Semua Perempuan Yang Memilih Menjadi Ibu Rumah Tangga Harus #BeraniLebih Kreatif

 

FB_20150413_15_29_46_Saved_Picture[1]

Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Tulisan Pendek di Blog #BeraniLebih bersama Light of Women

Akun medsos:
FB Yuniar Khairani
Twitter @kyuniar

Ada perempuan yang sudah berumur, tetapi masih kelihatan fresh dan menarik. Di sisi lain aku sering melihat perempuan yang masih muda tetapi sama sekali tidak menarik, bahkan tampak jauh lebih tua dari usia sebenarnya.

Sayangnya, banyak kasus seperti ini terjadi pada perempuan yang memilih untuk menjadi Ibu Rumah Tangga penuh. Dengan kata lain, biasanya seorang ibu rumah tangga terlihat tidak cantik dibanding perempuan lain yang memilih untuk tidak menjadi ibu rumah tangga penuh.

Mungkin perlu kujelaskan lebih dulu, tulisan ini tidak bermaksud mendiskreditkan status ‘Ibu Rumah Tangga’. Nah, aku sendiri seorang ibu rumah tangga. Aku memilih untuk tidak bekerja di luar rumah demi menyiapkan diriku menjadi ‘sekolah pertama’ untuk anak-anakku. Tetapi topik tentang kecantikan perempuan itu membuatku merasa tergelitik dan ingin memikirkannya lebih lanjut.

Tadinya aku sendiri tidak tahu penyebabnya. Kupikir tadinya fresh atau menariknya seorang perempuan tergantung pada perawatan fisik masing-masing. Ternyata setelah dipikir-pikir tidak semata-mata itu lho.

Setiap perempuan ditakdirkan menjadi cantik dan bahagia, tetapi kenapa ada yang tidak?

Yang perlu diketahui pertama adalah, cantik bukanlah persoalan fisik. Cantik adalah keseluruhan pembawaan diri, dan keseluruhan pembawaan diri itu adalah pesona seorang perempuan. Perempuan yang cantik adalah ia yang tersenyum dengan tulus, siap membantu dan mengulurkan tangan untuk siapapun yang membutuhkan pertolongan. Perempuan yang cantik adalah ia yang smart dan rendah hati. Perempuan yang cantik adalah ia yang mampu mengatasi kekurangan dirinya dan mengetahui kelebihan dirinya untuk membantu sesama.

Itulah sebabnya perempuan harus #BeraniLebih kreatif untuk mewujudkan kebahagiaannya.

Perempuan yang berdiam diri saja di rumah dan hanya fokus memikirkan kebersihan rumah, kenyamanan anak-anak dan suami, memasak, mencuci, lalu besoknya begitu lagi, lagi, dan lagi, cenderung untuk tidak memikirkan dirinya dibanding dengan perempuan yang memiliki kegiatan lain selain wilayah domestiknya. Rutinitas ini cenderung membuat perempuan tak bahagia.

Menurutku #BeraniLebih kreatif harus dilakukan oleh semua perempuan, terutama ibu rumah tangga. Menggali potensi terbaik dari diri kita masing-masing untuk menjadi diri kita yang terbaik.

Ada seorang ibu rumah tangga yang punya hobi masak, hayuk deh masak yang bagus dan lucu-lucu supaya bisa dijual. Aku pernah dengar seorang chef berkata, cooking is not chemistry, cooking is an art. Ibu rumah tangga yang hobi masak dan #BeraniLebih kreatif bisa aja ngajari ibu-ibu lain untuk lebih cakep masaknya. Ibu rumah tangga yang hobi crafting, hobi fotografi, hobi jualan apa saja, biasanya juga sama cantiknya kok dengan perempuan yang memilih untuk berkarir di luar rumah.

Aku sendiri memilih untuk menulis. Dengan #BeraniLebih kreatif untuk menekuni hobi menulis, eh ternyata hobi ini membahagiakan lho. Menghasilkan uang juga. Lumayan lagi.

Hubungan antara #BeraniLebih kreatif dengan cantiknya seorang perempuan tentu ada dong. Perempuan yang punya hobi biasanya kreatif, kalau kreatif biasanya nggak mau diam di tempat, dan kalau nggak mau diam di tempat biasanya selalu berpikir untuk menciptakan sesuatu yang baru. Pikiran yang selalu bergerak ini membuat perempuan menjadi bahagia. Kalau orang bahagia, tentu saja kecantikan terpancar dengan sendirinya.

Nah, mau lebih cantik? #BeraniLebih kreatif dan menjadi lebih bahagia adalah kuncinya.

 

 

 

 

 

Advertisements