Mimpi

Beberapa hari sebelum tahu kalau hamil, aku bermimpi melihat bayi perempuan melompat dan langsung berpegangan pada palang-palang besi berwarna hitam. Dia berayun-ayun dengan lincah sambil tertawa-tawa, berpegangan di palang-palang hitam itu, seperti bayi sirkus (pikirku dalam mimpi)
Ngeri melihat seorang bayi berpegangan di palang dan berayun-ayun tanpa rasa takut, aku menjerit dan berlari menghampirinya. Dia kelihatan terkejut mendengar jeritanku, dan terjatuh. Untunglah aku bisa menangkapnya dengan tangan kiriku, memeluknya sebentar, sebelum tiba-tiba bayi itu merosot ke bawah, menghilang melalui lengan kiriku.

Aku bangun dan ingat mimpi itu dengan jelas.

Saat tanggal 3 Desember kemarin aku harus dibawa ke rumah bersalin karena pendarahan, di ruang bersalin aku melihat palang-palang hitam di atasku, yang di ruangan itu dipakai sebagai palang untuk tirai pembatas. Palang hitam yang sama persis seperti dalam mimpiku. Detik itu juga aku tahu, bahwa anak di dalam rahim ini tak dapat dipertahankan. Dia akan pergi, seperti saat dalam mimpi dia merosot menghilang melalui pelukan tangan kiriku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s