Rinso Cair Soulmate-nya Mesin Cuciku

Tahu nggak salah satu pekerjaan ibu rumah tangga yang bisa bikin mood melakukan pekerjaan lain jadi menghilang seketika? Yak, benar. Men-cu-ci.

Duluu waktu aku belum punya mesin cuci, aku merendam baju-baju kotorku dengan deterjen bubuk di dalam ember besar sampai lama. Durasi waktunya mungkin sekitar… umm… kira-kira sampai aku lupa kalau punya cucian 😀  Kadang saking pegelnya nyuci pakai tangan, aku menginjak-injaknya sambil membayangkan jadi Song Hae Kyoo di film-film Korea… hi hi hi.

Setelah punya anak, dan dapet lungsuran mesin cuci top loading yang manual, pekerjaan mencuci sedikit terbantu meskipun nggak bisa dibilang puas sama hasil cuciannya. Aku masih pake deterjen bubuk juga waktu itu, dan yang paling menjengkelkan dari mencuci dengan deterjen bubuk yang dimasukkan ke dalam mesin cuci model begitu adalah, sisa sabun masih melekat di beberapa sudut pakaian, dan meninggalkan noda putih-putih berkerak yang baru ketahuan setelah pakaian kering dan siap disetrika    . Hrrgghhh… sebeeel banget deh rasanya. Niatnya sih mencuci pakaian kotor biar bersih, tetapi malah jadi kerja ulang mencuci pakai tangan.

Beberapa tahun yang lalu, pas kebetulan ada rejeki buat beli mesin cuci yang front loading. Saat-saat pertemuanku dengannya (nya dibaca = si mesin cuci front loading) begitu indah. Aku menjejalkan banyak pakaian, bahkan yang baru sekali pakai, kayak orang lagi katarsis mencuci. Hi hi hi… seperti biasa, kumasukkan deterjen bubuk ke dalam laci-laci di sebelah kiri atas mesin.  Padahal sebelumnya sih, petugas yang dikirim dari mesin cuci itu udah bolak-balik ngingetin supaya aku pakai sabun cair, tapi memang kuabaikan karena menurutku, sabun cair lebih mahal.

Kuliatiin terus mesin cuci itu bekerja. Diputar, dibanting, semua dilakukan dengan lembut tapi mantap. Kayaknya bersih nih, pikirku. Ternyata oh ternyata, setelah selesai proses pencucian, dan kubuka laci di sebelah kiri atas tempat aku menaruh deterjen bubuk, apa yang terjadi saudara-saudara?  Deterjen bubuk itu meng-gum-pal. Ya, menggumpal dan lengket di sana, menempel di sisi-sisi laci mesin cuci seolah mengejekku karena dari tadi sama saja aku mencuci tanpa memakai deterjen  😦   Hiks… itu sih namanya sama banget kayak bikin sup jagung tanpa jagung.

Setelah kejadian itu, aku memutuskan untuk membeli deterjen cair.

Deterjen cair yang pertama kali kubeli adalah deterjen laundry kiloan itu, yang sebotol gede harganya nggak sampai sepuluh ribu. Murah nih, pikirku senang. Maklum mak-mak kan puas kalau dapet barang dengan harga miring. Pertamanya sih kayaknya oke-oke aja. Cucian jadi lebih bersih, dan mesin cuci bekerja tanpa masalah. Tapi setelah seminggu, anakku nanya, “Bu, tadinya rok yang ini bunga-bunganya jelas kok sekarang agak kabur ya?”

Whaatt??? Ternyata ‘bersih’ tadi bukan bersih, tapi luntur. Deterjen laundry tadi dengan sukses bikin pakaian cepat lusuh.

Lalu kutemukan Rinso Cair di toko dekat rumah. Ada dua pilihan, yang bungkus hijau itu Rinso Anti Noda, dan yang bungkus pink Rinso Molto Ultra. Aku memilih yang hijau. Karena baru nyoba, aku beli bungkus sachet. Harganya murah, seribu rupiah aja.

Pakaian dengan noda parah seperti kerah baju, noda es krim, jilbab seragam yang kena minyak gorengan, kupisah untuk kurendam dengan Rinso Anti Noda dan baru dimasukkan ke mesin cuci bersama pakaian lain. Saat hendak kumasukkan ke dalam mesin cuci, alhamdulillah, noda-noda itu hilang lho. Memang nggak bohong ni deterjen. Rinso cair 2x lebih efektif, meresap lebih ke dalam serat kain saat perendaman, untuk seluruh cucian sehari-hari. Kalau ada yang masih lugu kayak aku dulu dan mau lihat-lihat websitenya sebelum percaya, langsung aja deh kalian meluncur kesini http://www.rinso.co.id/.

Daan saat pakaian-pakaian itu kering, wuiiih.. benar-benar kepuasan seorang ibu dimanjakan karena dengan harga seribu rupiah untuk sekali pemakaian, 20 potong pakaian bersih tanpa noda. Udah gitu, karena nyucinya pakai mesin cuci, jadi nggak capek lagi deh. Ibarat orang, ni mesin cuci udah nemu soul mate nya, jodoh sejatinya sampai akhir usia.. dan sebagai pemiliknya, akupun merasa bahagia… cieeeh… *kayak abis ngejodohin siapaaa gitu rasanya… hi hi hi…

Advertisements

3 thoughts on “Rinso Cair Soulmate-nya Mesin Cuciku

  1. cerita ttg rinso cair hebat ßàªnğεε†.sukses terus yaa! rinso cair Ĵùҩⓐ sukses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s