Dua Peri Kembar

Peri Zara dan Peri Zura adalah dua peri kembar. Saat memandang pantulan bayangan di kolam, mereka tahu kalau wajah mereka mirip satu sama lain dengan pipi berbintik dan rambut ikal berpita.

Peri Zara dan Peri Zura selalu memakai baju biru yang sama.

Peri Zara dan Peri Zura selalu makan bubur madu dalam mangkuk yang bergambar sama.

Peri Zara dan Peri Zura selalu terbang kemanapun berdua. Bermain dan berkejaran bersama-sama hingga senja tiba.

Suatu hari saat sedang terbang berdua seekor monyet memandangi mereka dari atas pohon. Monyet itu bertanya, “Kenapa kalian selalu memakai baju biru yang sama, makan bubur madu dengan mangkuk yang sama, dan terbang kemanapun berdua?”

Peri Zara dan Peri Zura balas bertanya dengan heran, “Apakah kau tak melihat kalau kami ini peri kembar?”

Monyet itu tertawa geli, “Kalian hanya kembar, tetapi kalian tetaplah dua peri yang berbeda,” katanya. Peri Zara dan Peri Zura terdiam mendengarnya.

“Lalu apa yang harus kami lakukan agar kami menjadi peri kembar yang baik?” tanya Peri Zara.

“Lakukanlah apa saja yang ingin kalian lakukan dan tak perlu takut menjadi berbeda dengan yang lainnya” jawab si Monyet.“Menjadi berbeda bukanlah hal yang buruk. Kalian justru dapat belajar menjadi diri sendiri,” tambahnya.

 

Peri Zura bertanya, “Apakah dengan berbeda kami masih dapat saling menyayangi?”

Monyet itu tersenyum, “Meski berbeda kalian harus tetap saling menyayangi!”

Kedua peri kembar itupun mulai melakukan saran si Monyet. Ternyata benar yang dikatakannya, bahwa meski kembar mereka tetaplah dua peri yang berbeda

Peri Zara suka coklat dingin sementara Peri Zura lebih suka coklat panas.

Peri Zara suka warna kuning tetapi Peri Zura lebih suka warna merah.

Peri Zara senang bersahabat dengan bunga-bunga sedangkan Peri Zura memilih terbang dan bercanda bersama awan-awan.

Peri Zara yang lembut selalu siap mendengarkan sementara Peri Zura yang periang selalu penuh dengan cerita.

Kedua peri kembar itu masih senang memandang pantulan wajah mereka di kolam dan tertawa melihat bintik-bintik di pipi mereka.

Terkadang Peri Zara dan Peri Zura juga masih memakai baju biru yang sama dan makan bubur madu kesukaan mereka. Bukan karena mereka harus serupa tetapi karena sesekali ingin menikmati waktu berdua dengan saudara kembarnya.

Mereka kini memiliki lebih banyak teman. Mereka lebih bahagia dan wajah mereka terlihat lebih berseri-seri.

Peri Zara dan Peri Zura tetaplah dua peri kembar yang saling menyayangi meski mereka senang menjadi diri sendiri.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s